Isteri yang baik secara total akan mudah membentuk rumahtangga bahagia tetapi sebaliknya isteri yang tidak memahami akan tanggungjawabnya sudah pasti akan melahirkan rumahtangga yang kucar-kacir.
Kita sadar dan faham rumahtangga yang bahagia lahir dari isteri yang solehah, tetangga yang baik dan kendaraan yang sempurna. Dan wanita adalah penentu buruk baik sebuah masyarakat.Sedangkan masyarakat yang baik lahir dari rumahtangga dan keluarga yang bahagia.
Wanita dengan sifat kehalusan yang dianugerahi oleh Allah s.w.t. cocok sekali sebagai pengasuh, pendidik anak-anak, pembimbing dan juga penghibur hati suami. Dari sifat asal dengan kehalusan ini jika dididik dan diasuh serta dihalusi hatinya sejak awal-awal agar kematangan berfikir dan tingkah laku yang mulia sebagai persiapan seorang isteri yang solehah, sudah pasti berhasil.
Rumahtangga bahagia bisa diasaskan oleh isteri akhlakul karimah perlulah memenuhi tanggungjawab yang digariskan dalam tuntutan pembetukan rumahtangga yang bahagia. Tanggungjawab ini perlulah benar-benar difahami, dihayati dan dilaksanakan agar cita-cita untuk melahirkan rumahtangga bahagia berhasil.
1. Taat dan kasih kepada Allah dan Rasul
Ketaatan kepada Allah akan jelas dilihat dari segala perintah dan larangan yang telah ditetapkan dipatuhi dengan sesungguhnya. Perintah dan larangan ini tergambar dengan jelas sebagaimana yang dibawakan oleh Rasulullah s.w.a. Ketaatan yang tidak terbagi-bagi dengan sendirinya akan melahirkan disanubari perasaan kasih kepadanya. Continue reading
Dalam buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengisahkan tentang bidadari-bidadari surga. Bidadari-bidadari itu adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat, dan menentramkan hati setiap pemiliknya.