Berhentilah Sejenak

journeyMungkin kurang nyaman rasanya bila anda diajak menukik dari kesibukan super tinggi di atmosfer kebendaan, untuk hinggap sejenak di dahan perenungan.
Tapi biarkan rasa kurang nyaman itu kemudian sirna takkala ketenangan dan kejernihan datang merayapi jiwa.

Berhentilah Sejenak.
Anda adalah musafir yang perlu berhenti sejenak untuk beristirahat seraya mencocokan arah kompas, mengukur peta dan memeriksa bekal perjalanan.

Berhentilah Sejenak.
Untuk mengenali energi diri, meredakan kegelisahan, mengatasi kepanikan, menjaga harapan, memperkuat kemauan, menimbang umur sampai menemukan kembali martabat kemanusiaan.

Berhentilah Sejenak.
seperti yang disarankan seorang intelektual muda di zaman Rasulullah SAW, Muaz bin jabal ra, “Ijlis bina Mugni saah” (Duduklah bersama kami, kita perbaharui iman sejenak, HR.Bukhari)

Berhentilah Sejenak.
Marilah kita jadikan Ramadhan ini sebagai yang terakhir (baca: jangan mengharap mendapat ramadhan berikutnya), kita ambil makna dan hakekatnya, agar ia dapat menjadi ma’alim, rambu-rambu jalan yang memungkinkan musafir merasa yakin, aman dan lancar diperjalanan.

Advertisements

25 comments on “Berhentilah Sejenak

  1. salam kenal…
    kalimat-kalimat yang simpel, singkat namun langsung meresap ke dalam hati…
    mungkin karena memang datang dari hati.

    >>jangan biarkan langkah terlalu jauh tersesat,
    berhenti sejenak
    keluarkan kompas dan peta

  2. Iy bener kadang lo dipikir2 hidup kalo hanya kerja n aktivitas rutin teras sangat hmapa seolah tanpa tujuan hanya uang2 n uang

    smoga saja dalm ramadhan yang akan dtg kita semua mampu mengambil hikmah dan makin menambah iman dan ketaqwaan qt kpd Allah

    amiiiiiin

  3. Assalamu’alaikum,

    “…..Berhenti sejenak, menenangkan diri yang sempat berkeluhkesah, mendinginkan jiwa yang sempat hangat oleh panasnya terik perjalanan, mengistirahatkan 1kepinghati untuk mengisi dengan bahan bakar terbaru, agar kemudian bisa kembali melangkah, melanjutkan langkah untuk sebuah perjalanan yang masih tersisa
    Berhenti sejenak untuk menata hati, dalam menyambut RamadhanNya yang mulia,
    Akankah 1kepinghati yang kotor, kita biarkan menempuh kesucian bulan itu?
    Wallahu a’lam bish showab…..”

    Salam Ukhuwah,

  4. berhentilah sejenak..
    redakan kegelisahan, atasi kepanikan, atasi segala keraguan..
    jaga harapan n perkuat kemauan..SEMANGAT!!
    Thanks buat comment yang kemaren..

  5. Berhenti Sejenak atau sama halnya dengan makna “tumaninah” dalam shalat merupakan suatu kebutuhan yang kadang terlupakan oleh kita karena rekayasa akal…
    Salam kenal Mas, saya suka dengan ilustrasi gambar “journey” yang Mas lampirkan…!!!

  6. Berhentilah sejenak……..lihatlah ke dalam jiwamu…….kadang kita tak ubahny,menyibukan diri mengkritik orang lain……..dan memang kita seharusnya harus merefleksi diri………..mksh dah saling mengingatkan

  7. kapan waktunya berhenti dan kapan waktunya untuk jalan trus, hari esok bukan lah hari yang suram selama engkau mampu untuk merubahnya untuk menjalani keadaan dalam ridoNYA.berhentilah untuk mengagumi kuasaNYA..dan berjalanlah untuk mencari ridoNYA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s