Kebiasaan Menunda

Tugas dari guru, target kerja panitia OSIS atau membantu orangtua biasanya pekerjaan-pekerja an yang selalu kita tunda. Kebiasaan jelek ini harus cepat-cepat kita hentikan. Memang tidak mudah, tapi bukannya tidak mungkin. Ikuti tips dibawah ini dan coba sekarang juga.

Untuk memulainya, pilih salah satu tugas, projek atau pekerjaan yang sekarang harus kamu selesaikan. Pilih tugas yang tidak terlalu berat tapi juga jangan terlalu mudah. Sekarang mulai dengan menjawab pertanyaan berikut:

Sebenarnya apa yang ingin kamu kerjakan

Tentukan tujuan akhir yang ingin dicapai.

Langkah-langkah apa yang perlu dilakukan agar tujuan itu tercapai? Ingat tidak perlu terlalu detail , cukup garis besarnya saja.

Apa saja yang telah kamu kerjakan hingga saat ini?

Mengapa kamu ingin melakukan tugas ini ? Continue reading

Advertisements

Cermin

Apa gunanya sebuah cermin?

Kita pergi bercermin untuk melihat apakah rambut kita sudah rapi, apakah pakaian kita sudah pas dikenakan, dan sebagainya.bagi seorang wanita yang sangat mementingkan penampilan, memiliki sebuah cermin adalah sangat berguna.

Ia bisa sewaktu-waktu memeriksa apakah polesan lipstik dibibirnya sudah pas atau belum, apakah rambutnya sudah tersisir dengan rapi,atau apakah wajahnya telah tertata dengan baik. Bagi seorang public figur yang menjadi idola banyak orang,pergi bercermin sebelum keluar menemui para penggemarannya, adalah suatu keharusan.

Seorang public figur tentu harus berpenampilan “sempurna”, sebab bila tidak, ia akanmenjadi bahan tertawaan dan kekecewaan bagi para penggemarnya. Lalu, apa gunanya sebuah cermin bagi perilaku kita? Seandainya setiap orang mau bercermin dahulu sebelum bertindak dan berucap, tentu dunia akan menjadi lebih baik dari sekarang. Continue reading

Kadar Kesetiaan

oldSedemikian tinggi dan mendalamkah seorang hamba Allah
mesti terbang dan melayang ke semesta ilmu dan kemuliaan?
Tidakkah manusia bisa bersikap wajar dan biasa-biasa saja?
Ataukah itu alibi untuk memaafkan kelemahan diri,
keterbatasan, dan kekurangannya dalam melakukan sesuatu?

Jangan dengarkan suaraku, karena suaraku buruk.
Dengarkanlah suara Tuhan…

Kalau suaraku buruk, orang justru akan sangat mengingatnya
karena tersiksa. Kalau suaraku agak bagus,
orang mengingatnya, tapi dengan kadar yang lebih rendah
dibanding ingatan terhadap suara buruk — sebab
kecengengan manusia terhadap penderitaan cenderung
lebih besar dibanding rasa syukurnya terhadap kegembiraan. Continue reading

Berhentilah Sejenak

journeyMungkin kurang nyaman rasanya bila anda diajak menukik dari kesibukan super tinggi di atmosfer kebendaan, untuk hinggap sejenak di dahan perenungan.
Tapi biarkan rasa kurang nyaman itu kemudian sirna takkala ketenangan dan kejernihan datang merayapi jiwa.

Berhentilah Sejenak.
Anda adalah musafir yang perlu berhenti sejenak untuk beristirahat seraya mencocokan arah kompas, mengukur peta dan memeriksa bekal perjalanan.

Berhentilah Sejenak.
Untuk mengenali energi diri, meredakan kegelisahan, mengatasi kepanikan, menjaga harapan, memperkuat kemauan, menimbang umur sampai menemukan kembali martabat kemanusiaan.

Berhentilah Sejenak.
seperti yang disarankan seorang intelektual muda di zaman Rasulullah SAW, Muaz bin jabal ra, “Ijlis bina Mugni saah” (Duduklah bersama kami, kita perbaharui iman sejenak, HR.Bukhari)

Berhentilah Sejenak.
Marilah kita jadikan Ramadhan ini sebagai yang terakhir (baca: jangan mengharap mendapat ramadhan berikutnya), kita ambil makna dan hakekatnya, agar ia dapat menjadi ma’alim, rambu-rambu jalan yang memungkinkan musafir merasa yakin, aman dan lancar diperjalanan.

Iri Hati

selfishPada suatu hari guru di sekolah meminta anak-anak menulis karangan tentang Iri hati. Jerry anak kelas enam, menuliskan hal sebagai berikut:

“Iri hati adalah milik saya sebab sayalah yang membuatnya sendiri.  Saya memilih beberapa orang dan menaruh iri hati kepada mereka.  Tahun lalu, saya memilh Dick sebagai sasaran iri hati saya.  Saya terus merasa iri kepadanya karena dia menghantar timnya menjadi juara sedangkan saya tidak. Sungguh, saya iri kepadanya sepanjang tahun.
Setiap kali dia tiba dan saya duduk di bangku, iri hati saya semakin bertambah. Akhirnya, saya memutuskan untuk membenci Dick. Sungguh, saya sangat membencinya.

“Lucunya tentang semua ini adalah bahwa setiap kali Dick hendak berbicara kepada saya, dan ketika saya hanya mengangguk sekedarnya, dick meneruskan bicaranya. Dia bahkan pada suatu hari membantu saya keluar dari kesulitan dengan kepala sekolah. Saya menyadari bahwa dick tidak tahu bahwa saya iri hati padanya, maka pada suatu hari saya berkata kepada diri saya sendiri,”ya ampun, anak ini bahkan tidak tahu bahwa saya membencinya. Saya lalu melupakan segalanya. Sayalah satu-satunya yang merasa jengkel tentang semua ini”

“Dick dan saya sekarang menjadi teman baik, dan saya pikir rasa iri hati adalah satu sisi dari kehidupan kita. Rasa iri bisa disamakan dengan makan apel yang masih hijau; memakannya memang tidak melukai orang lain, tapi dirimu sendiri dan kamu akan menderita sakit perut karenanya.”

Daya Tahan

defendApakah daya tahan itu? Daya tahan bukan sekedar kekuatan untuk bertahan di tengah kesulitan. Namun, menjaga agar tak kehilangan kemampuan untuk tumbuh dan berkembang ketika situasi memungkinkan.

Ini berarti bukan sekedar memupuk ketegaran dalam menghadapi apa yang sedang terjadi. Tapi tetap melihat masa depan tanpa kehabisan harapan dan peluang. Karena itu daya tahan adalah seni untuk tumbuh.

Sedangkan daya tumbuh adalah seni menghadapi hidup. Kehilangan pertumbuhan sama dengan mandegnya kehidupan anda.

Biji rumput yang runtuh di gurun gersang takkan kehilangan daya tumbuhnya, meski ia terpendam berbulan-bulan jauh di dalam pasir panas.

Dan, ketika rintik hujan pertama turun, seketika itu biji bergeliat merekah, menumbuhkan akar dan beranak-pinak. Demikian buah kelapa yang bertahan di tengah ombang-ambing gelombang samudera, tetap tak kehilangan daya tumbuhnya sesaat setelah menyentuh pantai harapan.

JANGAN HANYA SEKEDAR BERTAHAN, asahlah agar anda tak kehilangan daya tumbuh;
yaitu DAYA HIDUP KITA SESUNGGUHNYA.

Empat Macam Manusia

vision_peopleSeseorang yang tahu dan mengetahui bahwa dia tahu. Itulah orang alim maka ikutilah dia.

Seseorang yang tahu dan tidak mengetahui bahwa dia tahu. Itulah orang yang sedang tidur maka bangunkanlah dia.

Seseorang yang tidak tahu dan mengetahui bahwa dia tidak tahu. Itulah orang yang membutuhkan petunjuk maka ajarilah dia.

Seseorang yang tidak tahu dan tidak mengetahui bahwa dia tidak tahu. Itulah orang jahil maka jauhilah dia.

Hadiah Tuhan

1d4Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda pinjaman uang sejumlah Rp.86.400,- setiap paginya. Semua uang itu harus anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.

Setiap dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU.

Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada anda. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Juga, anda tidak bisa meminta “uang muka” untuk keesokan hari. Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan anda.

Jam terus berdetak. Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.

Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur. Continue reading

Biola Berdawai Tunggal

Bournemouth_Symphony_Orchestra2Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh. Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tetapi dia tetap main. Ketika para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri dan berteriak, “Hebat, hebat.”

Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar. Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu. Dengan mata berbinar dia berteriak, “Peganini dengan satu senar.” Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya. Penonton sangat terkejut dan kagum pada kejadian ini.

***

Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan dan semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yang putus dan segala sesuatu yang tidak dapat kita ubah.

Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus dalam hidup Anda? Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi? Jika demikian, saya ingin menganjurkan jangan melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya itu. Mainkanlah itu dengan indahnya.

Anak Belajar dari Kehidupannya

Al Qur’an menunjukkan bahwa pada diri manusia ada potensi berbuat baik dan berbuat jahat sekaligus (QS. Asy Syams:7-8). Bahkan dibanyak ayat Al Qur’an disebutkan potensi-potensi negatif didalam diri manusia, seperti lemah (QS. An Nisa:28), tergesa-gesa (QS. Al Anbiya:37), selalu berkeluh kesah (QS. Al Ma’arij:19) dan sebagainya, disamping disebutkan juga bahwa manusia diciptakan dengan bentuk yang paling baik.

Oleh karena itu, orang tua sebagai pendidik utama anak-anak, dituntut untuk membangkitkan potensi-potensi baik yang ada pada diri mereka, dan mengurangi potensinya yang jelek. Sebab, jika bukan orang tua yang pertama kali memberikan pendidikan secara tepat dan benar kepada anak-anak. Maka jangan salahkan mereka jika kemudian lingkungan membentuknya menjadi orang yang asing yang tidak kita cita-citakan.

Pada awal abad 20, Maria Montessori, dokter wanita pertama asal Italia mengatakan, bahwa tahun-tahun antara kelahiran dan usia 6 tahun adalah sangat penting. Menurutnya, menciptakan lingkungan yang tepat, pada “periode sensitif” yang kritis pada awal pertumbuhan, akan membuat anak-anak “melejit” menjadi pelajar yang mandiri.

Salah satu fungsi keluarga menurut J.R Eshleman adalah fungsi edukatif, yakni memberikan pendidikan kepada anak-anak. Bahkan Dorothy Law Notle, seorang pendidik asal Inggris menggambarkan suatu analisa hubungan kausalitas antara perlakuan (pendidikan) orang tua dengan karakter yang akan terbentuk pada diri anak-anak dalam Continue reading